Jumat, 21 Agustus 2015

ASAL USUL CEPIRING - KENDAL

ASAL USUL CEPIRING -KENDAL



Cepiring adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kata "Cepiring" berasal dari singkatan kata "Ceplok Piring", satu nama bunga seperti melati dengan ukuran yang sedikit lebih besar yang dulu banyak dijumpai di daerah ini. namun ada juga yang menyebutkan Cepiring, berasal dari kata "nanCEP PRING" menancap bambu ( cepiring berdua) prok prok bring mantene wong cepiring suguhane...garing

   Sebagai salah satu kota kecil di jalur Pantura, tidak ada yang spesial di kecamatan ini selain karena keberadaan Pabrik Gula-nya. Pabrik yang didirikan oleh Belanda sejak tahun 1835 ini merupakan salah satu bukti kejayaan kota kecil ini sebagai pusat industri dan kebudayaan. Pabrik gula tersebut dikelola oleh PTPN. IX , namun seiring berkurangnya pasokan tebu, Pabrik gula tersebut tutup tahun 1998 akibatnya kegiatan wiwitan yang menjadi hiburan masyarakat cepiring sebagai penanda dimulainya awal giling tebu menjadi tidak ada. pada tahun 2008 kegiatan operasional pabrik gula dihidupkan kembali dengan dikelola oleh PT. Industri Gula Nusantara yang sahamnya dimiliki oleh PT. Multi Manis Mandiri dan PTPN . IX , acara Wiwitan Giling ini biasa diadakan setahun sekali antara bulan Juli dan Agustus, di depan pabrik gula tersebut terdapat warung makan "Jawa Asli" dengan menu utama masakan jawa seperti rames. guded serta rawon. serta terdapat warung makan Mie Ayam Mas Kin yang terkenal dengan kelezatannya. ada juga warung makan sebelah kiri jalan dari arah Jakarta yakni Warung Makan "BUDI DAYA"Makanan khas Cepiring adalah Pektur, terbuat dari tepung terigu diolah mirip seperti martabak namun lebih cair. dulu Cepiring memiliki gedung bioskop dengan nama " SRI AGUNG THEATER" namun sejak tahun 1990 sudah tutup karena kalah bersaing dengan VCD Player yang mulai menjamur. Di Sebelah selatan Sri Agung Theater ini terdapat sebuah warung makan legendaris dan bersejarah yang ada sejak jaman Jepang bernama Warung Sate Pak Dul terletak di jalan Sriagung 234 Cepiring, di warung ini terdapat berbagai benda kuno yang dipamerkan diantaranya Sebuah Pigura warna emas besar berisi Koran Merdeka dan Koran Sin Min bertahun 1956, Sejumlah pigura berisi majalah National Geographic asli dari Amerika bertahun 1975 dan Poster Propaganda perang Vietnam asli dari Vietnam yang dibuat tahun 1966, serta sebuah Samurai Jepang peninggalan perang Dunia II dipajang di sepanjang dindingnya, Kecamatan Cepiring terdapat Sanggar kegiatan belajar/ SKB untuk pendidikan non-formal maupun formal yakni untuk kejar Paket A s/d C.. terdapat berbagai tingkat sekolah di Cepiring mulai dari Penitipan Anak di jalan Anggrek Desa Botomulyo, PAUD di SKB, berbagai macam Taman Kanak Kanak, sampai dengan Sekolah Menengah Atas Negeri Cepiring. Selain itu, di Cepiring juga terdapat kesenian Seni Singo Barong khas Kendal antara lain MEKAR BUDOYO "Anak Lanang", PBRC "Macan Putih", Joko Sembung, Sasono Budoyo, Sari Budoyo(eks), Singo Krajan dan Singo Grandong. selain di Cepiring sendiri juga ada seni barongan dari desa lain, misal Manunggal Simolaras dan Mekar Mulyo Budoyo (Sidomulyo), Singo barong Taruno Mulyo dari Botomulyo dll.

SUMBER: WIKIPEDIA ASAL USUL CEPIRING

ASAL USUL KABUPATEN KENDAL

  • SEJARAH KOTA KENDAL
     

 

Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo.
Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan pertentangan dan mengakibatkan kematian itu tercatat dalam Prasasti. Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat secara luas. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak "sari" itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari". Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jln Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.
Dari kisahs tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah atau daerah setelah Sunan Katong menyebutnya. Kisah penyebutan nama itu didukung oleh berita-berita perjalanan Orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres dikatakan bahwa pada abad ke 15 di Pantai Utara Jawa terdapat Pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal dan Kendal. Bahkan oleh Dr. H.J. Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki yang arti sangat penting.
Sejarah Berdirinya Kabupaten Kendal
Adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di Daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan. Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.

Pemerintahan Kabupaten Kendal Sekarang dan Jaman Doeloe
Kaiwungu pernah berjaya sebagai pusat pemerintahan sejak awal berdirinya Kabupaten Kendal. Namun karena kondisi perpolitikan di pusat Mataram pada waktu itu dan adanya pertimbangan untuk perkembangan pemerintahan, menyebabkan pusat pemerintahan tersebut pindah ke kota Kendal hingga sekarang. Sehingga akhirnya Kaliwungu hanya digunakan untuk tempat tinggal kerabat Ayahanda Bupati yang sering disebut sebagai Kasepuhan. Sedangkan pemerintahannya dijadikan sebagai daerah administrasi yaitu Distrik Kaliwungu.


LIRIK LAGU PETERPAN - SEMUA TENTANG KITA

LIRIK LAGU PETERPAN - SEMUA TENTANG KITA

waktu terasa semakin berlalu
tinggalkan cerita tentang kita


akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

reff: 

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa


teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita.

repeat reff.